Inggris Pertimbangkan Bantuan Militer untuk Atasi Aksi Mogok Kerja di Inggris

Internasional

News / Internasional

Inggris Pertimbangkan Bantuan Militer untuk Atasi Aksi Mogok Kerja di Inggris

Inggris Pertimbangkan Bantuan Militer untuk Atasi Aksi Mogok Kerja di Inggris

KEPONEWS.COM - Inggris Pertimbangkan Bantuan Militer untuk Atasi Aksi Mogok Kerja di Inggris Ketua Partai Konservatif Inggris Nadhim Zahawi mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan bantuan militer untuk membantu layanan publik tetap berjalan. Rencananya, personel militer akan dikerahkan...

Ketua Partai Konservatif Inggris Nadhim Zahawi mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan bantuan militer untuk membantu layanan publik tetap berjalan.

Rencananya, personel militer akan dikerahkan untuk mengisi beberapa posisi publik karena para pekerja yang mogok kerja.

Pemogokan kerja ini terjadi di beberapa sektor, termasuk transportasi, Dinas Kesehatan Nasional (NHS), pendidikan, dan pengemudi pengiriman.

Pemerintah Inggris telah berulang kali meminta pekerja untuk menghentikan aksi mogok kerja.

Bahkan, pemerintah Inggris telah memperingatkan potensi inflasi lebih lanjut, bila pemerintah memenuhi tuntutan mereka.

PM Rishi Sunak: Era Keemasan Hubungan Inggris-China Telah Berakhir

Nadhim Zahawi, yang menjabat sebagai Menteri Tanpa Portofolio Inggris, mengatakan hal ini bukanlah waktu yang tepat untuk menyerang pemerintah.

"Pesan kami kepada serikat pekerja ialah untuk mengatakan, ini bukan waktunya untuk mogok, ini ialah waktu untuk mencoba dan bernegosiasi," kata Nadhim Zahawi kepada Sky News, Minggu (4/12/2022).

"Bila (negosiasi) itu tidak ada, penting bagi pemerintah untuk mempunyai rencana darurat," lanjutnya.

Persiapan militer untuk bantu layanan publik

Sebuah pernyataan dari Kantor Kabinet Inggris mengatakan sekitar 2.000 personel militer dan pegawai negeri sedang dilatih untuk menyokong banyak sekali layanan.

Termasuk Pasukan Perbatasan di bandara dan pelabuhan bila terjadi aksi mogok.

Mereka termasuk hingga 600 personel angkatan bersenjata, 700 staf dari tim spesialis lonjakan, tanggap cepat pemerintah, dan bagian lain dari pamong praja.

Pemimpin Partai Konservatif baru dan perdana menteri yang akan datang Rishi Sunak (tengah) melambai ketika ia tiba di Markas Besar Partai Konservatif di pusat kota London telah diumumkan sebagai pemenang kontes kepemimpinan Partai Konservatif, pada 24 Oktober 2022. - Perdana menteri Inggris berikutnya, mantan kepala keuangan Rishi Sunak, mewarisi ekonomi Inggris yang menuju resesi bahkan sebelum gejolak baru-baru ini dipicu oleh Liz Truss.
 (Photo by Daniel LEAL / AFP)Pemimpin Partai Konservatif baru dan perdana menteri yang akan datang Rishi Sunak (tengah) melambai ketika ia tiba di Markas Besar Partai Konservatif di pusat kota London telah diumumkan sebagai juara kontes kepemimpinan Partai Konservatif, pada 24 Oktober 2022. - Perdana menteri Inggris berikutnya, mantan kepala keuangan Rishi Sunak, mewarisi ekonomi Inggris yang menuju resesi bahkan sebelum gejolak baru-baru ini dipicu oleh Liz Truss. (Photo by Daniel LEAL / AFP) (AFP/DANIEL LEAL)

PM Inggris Rishi Sunak Berjanji Akan Pertahankan Bantuan untuk Ukraina pada Tahun Depan

"Keputusan belum diambil perihal pengerahan pasukan untuk tugas-tugas ini, tetapi itu merupakan bagian dari banyak sekali opsi yang tersedia kalau aksi pemogokan di daerah-daerah ini berjalan sesuai rencana," kata Kantor Kabinet dalam pemberitahuan pers.

Pemerintah Inggris saat ini sedang memprioritaskan untuk melindungi masyarakat yang mungkin memerlukan akses ke dukungan layanan darurat dan membatasi gangguan sebanyak mungkin.

Comments