Jokowi Resmikan Kilang Gas Alam Cair di Papua Barat yang Telan Biaya Rp72 Triliun

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Jokowi Resmikan Kilang Gas Alam Cair di Papua Barat yang Telan Biaya Rp72 Triliun

Jokowi Resmikan Kilang Gas Alam Cair di Papua Barat yang Telan Biaya Rp72 Triliun

KEPONEWS.COM - Jokowi Resmikan Kilang Gas Alam Cair di Papua Barat yang Telan Biaya Rp72 Triliun Jumat, 24 November 2023 - 11:55 WIB Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek strategis nasional (PSN) Tangguh Train 3, adalah proyek pengembangan kilang gas alam cair liquified na...

Jumat, 24 November 2023 - 11:55 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek strategis nasional (PSN) Tangguh Train 3, adalah proyek pengembangan kilang gas alam cair liquified natural gas (LNG) di Teluk Bintuni, Papua Barat pada Jumat, 24 November 2023. Jokowi mengatakan, proyek ini menelan dana sekitar Rp 72,45 triliun.

Hari Ketiga di Papua, Jokowi Tinjau Tugu Pancasila Hingga Resmikan RS PKU Muhammadiyah Sorong

Alhamdulillah, hari ini kita akan meresmikan proyek Tangguh Train 3, penghasil gas bumi terbesar di Indonesia, kata Jokowi, Jumat, 24 November 2023.

Selain itu, Jokowi juga melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pengembangan proyek di Papua Barat adalah Ubadari, Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), proyek hilirisasi blue ammonia, dan proyek lapangan migas asap kido merah.

Gerindra Berpotensi Gagalkan Ambisi PDIP Raih Hattrick pada Pemilu 2024, Menurut Voxpopuli

Proyek Tangguh Train 3 ini dibangun dengan investasi US$4,83 miliar atau Rp 72,45 triliun, ujarnya.

Resmikan Kampung Nelayan di Papua, Jokowi: Siapkan Manajemen yang Baik Supaya Tidak Gagal

Menurut dia, proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan tanggung LNG menjadi 11,4 juta ton per tahunnya dan berkontribusi signifikan untuk menyokong sasaran produksi gas 12 standar kaki kubik per hari pada 2030. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas investasi yang baru ini, ucapnya.

Dengan demikian, Jokowi sangat senang dibangunnya proyek tersebut di Papua Barat. Alasannya adalah, ia menyebut proyek ini menyerap banyak tenaga kerja saat ini 70 persen tenaga operasional tangguh ialah pekerja dari Provinsi Papua Barat dan Papua.

Saya mendengar ada sasaran baru di 2029 mencapai 85 persen [tenaga kerja Indonesia]. Ini sangat bagus. 105 teknisi operasi dan pemeliharaan kilang LNG ialah putra-putri Papua Barat dan Indonesia yang telah direkrut semenjak SMA yang menjalani program pendidikan dari BP Berau Ltd, katanya.

Halaman Selanjutnya

Saya mendengar ada sasaran baru di 2029 mencapai 85 persen [tenaga kerja Indonesia]. Ini sangat bagus. 105 teknisi operasi dan pemeliharaan kilang LNG merupakan putra-putri Papua Barat dan Indonesia yang telah direkrut semenjak SMA yang menjalani program pendidikan dari BP Berau Ltd, katanya.

Halaman Selanjutnya

Comments