Rekonstruksi Wajah Wanita Paleolitik dari 31.000 Tahun Lalu, Peneliti Temukan Fakta Ini

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Rekonstruksi Wajah Wanita Paleolitik dari 31.000 Tahun Lalu, Peneliti Temukan Fakta Ini

Rekonstruksi Wajah Wanita Paleolitik dari 31.000 Tahun Lalu, Peneliti Temukan Fakta Ini

KEPONEWS.COM - Rekonstruksi Wajah Wanita Paleolitik dari 31.000 Tahun Lalu, Peneliti Temukan Fakta Ini Membutuhkan waktu sekitar 140 tahun hingga para peneliti bisa menemukan kebenaran dari penemuan tersebut.Ilustrasi tengkorak. (Pixabay/ Peter Dargatz) Tengkora...

Membutuhkan waktu sekitar 140 tahun hingga para peneliti bisa menemukan kebenaran dari penemuan tersebut.

Ilustrasi tengkorak. (Pixabay/ Peter Dargatz)

Tengkorak manusia yang ditemukan di sebuah gua di Mladec pada tahun 1881 akhirnya diteliti. Dengan sisa-sisa tengkorak ini, para peneliti melakukan proses rekonstruksi wajah yang lalu mengungkap jikalau sosok ini merupakan seorang wanita.

Saat pertama kali ditemukan, para peneliti menduga bila tengkorak ini merupakan seorang laki-laki yang hidup sekitar 31.000 tahun yang lalu. Penelitian terbaru yang dilakukan kemudian baru mengungkap identitas asli dari tengkorak tersebut.

Dilansir dari Live Science, membutuhkan waktu sekitar 140 tahun hingga para peneliti bisa menemukan kebenaran dari penemuan tersebut.

Berdasarkan penelitian, terungkap bahwa wanita ini berusia 17 tahun yang hidup selama Aurignacian atau zaman Paleolitik. Zaman Paleolitik kira-kira 43.000 tahun hingga 26.000 tahun yang lalu.

Cicero Moraes yang ialah spesialis grafis dari Brasil menyebut bahwa penelitian awal menunjukan tanda-tanda bahwa tengkorak ini ialah seorang laki-laki. Rekonstruksi wajah forensik dengan memakai pemindaian CT akhirnya membantah penelitian sebelumnya.

Rekonstruksi wajah wantia paleolitik dari 31.000 tahun lalu. (Cicero Moraes/Jiri Sindelar/Karel Drbal via Live Science)Rekonstruksi wajah wantia paleolitik dari 31.000 tahun lalu. (Cicero Moraes/Jiri Sindelar/Karel Drbal via Live Science)

Pemeriksaan rahang bawah tengkorak tersebut menunjukan bahwa dirinya ialah seorang wanita. Hal ini berdasarkan data statistik rata-rata dan proyeksi yang diambil dengan memakai 200 CT scan manusia modern dari populasi yang berbeda.

Untuk membantu melengkapi data penelitian, peneliti lalu memakai data dari subjek hidup dan mengubah bentuk tulang dan jaringan lunak yang bisa membantu mengungkap identitas asli dari tengkorak itu.

Di gua Mladec ini, peneliti juga menemukan barang-barang lain dari zaman batu. Beberapa di antaranya termasuk tulang dan gigi. Hal ini menunjukan bahwa pada masanya, banyak wanita muda yang dimakamkan di lokasi tersebut.

Comments