YouTube Hapus 1 Juta Video Misinformasi Covid-19

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

YouTube Hapus 1 Juta Video Misinformasi Covid-19

YouTube Hapus 1 Juta Video Misinformasi Covid-19

KEPONEWS.COM - YouTube Hapus 1 Juta Video Misinformasi Covid-19 RUPANYA YouTube sudah menghapus 1 juta video karena dianggap menampilkan misinformasi Covid-19 yang membahayakan semenjak 2020. Hal tersebut diungkap oleh Chief Product Officer YouTube Neal Mahon. Ia...

RUPANYA YouTube sudah menghapus 1 juta video karena dianggap menampilkan misinformasi Covid-19 yang membahayakan semenjak 2020.

Hal tersebut diungkap oleh Chief Product Officer YouTube Neal Mahon. Ia membagikan statistik dalam postingan blog yang menguraikan bagaimana pendekatan yang diambil perusahaan.

"Misinformasi telah berpindah dari marginal ke mainstream," kata Mahon dilansir dari Engadget, Minggu (29/8/2021).

YouTube

"Tidak lagi terbatas pada dunia tertutup dari para penyangkal Holocaust atau kebenaran 9-11, sekarang meluas ke setiap aspek masyarakat, terkadang merobek komunitas dengan kecepatan tinggi," sambungnya.

Kendati demikian, para eksekutif YouTube juga berpendapat bahwa "konten buruk" hanya menyumbang sebagian kecil dari keseluruhan konten di platform menyebarkan video tersebut.

Konten-konten buruk yang ada hanya mewakili sebagian kecil dari miliaran video di YouTube. Ia menyebutkan, sekitar 0,16 hingga 0,18 persen dari total penayangan ialah konten yang melanggar kebijakan mereka.

Mahon menambahkan, YouTube juga menghapus hampir 10 juta video pada setiap kuartal, yang sebagian besar bahkan tidak mencapai 10 kali dilihat.

Facebook juga baru-baru ini mengeluarkan laporan serupa wacana misinformasi Covid-19 di platformnya. Hal itu diungkapnya dalam Community Standards Enforcement Report untuk kuartal kedua 2021.

Baik Facebook dan YouTube, keduanya berada di bawah pengawasan khusus atas kebijakan mereka seputar misinformasi kesehatan selama pandemi.

Kedua platform mempunyai lebih dari satu miliar pengguna, yang berarti bahwa bahkan sebagian kecil konten dapat mempunyai dampak yang luas.

Namun demikian, dua perusahaan raksasa teknologi itu juga tidak mengungkapkan rincian bagaimana berita yang salah soal kesehatan dan vaksin menyebar, serta berapa banyak pengguna yang menghadapinya.

(DRM)

Comments